twiiter

Jumat, 25 Mei 2012

Objek dan daya Tarik Wisata Rokan Hilir

Keadaan Alam

Wilayah Kabupaten Rokan Hilir terletak pada pesisir timur Sumatera 2o 300 Lintang Utara, 100 520 Bujur Timur .

Kabupaten Rokan Hilir mempunyai batas wilayah :

1. sebelah utara dengan Selat Malaka
2. sebelah timur dengan Kota Dumai
3. sebelah selatan degna Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Bengkalis; dan
4. sebelah barat dengan Kabupaten Labuhan Batu Provinsi Sumatera Utara.

Kabupaten Rokan Hilar memiliki luas wilayah keseluruhan 8.8881,59 km2 meliputi 11 (sebelas Kecamatan, yaitu Kecamatan Kubu, Bangko, Tanah Putih, rimba Melintang, Tanah Putih, Tanjung Melawan, Pujad, Bangko Pusako, Simpang Kanan, dan Pasir Lima Kapas.

Iklim

Kabupaten Rokan Hilar beriklim Tropis dengan curah hujan antara 1.500 mm/th, dengan temperatur udara antara 24-320 C.

1. Pulau Jemur

Pulau Jemur adalah gugusan pulau-pulay yang terdiri dari 9 (sembilan) pulau dengan 4 (empat) pulau besar yaitu Pulau Tokong Emas, Pulau Tokong Simbang, Pulau Labuhan Bilis dan Pulau Jemur serta Pulau-pulau kecil lainnya. Pulau yang terbesar adalah Pulau Tokong Emas yang memiliki pemandangan Amat indah.

Pulau-pulau ini berbukti-bukit dan membentuk lingkaran. Banyak nelayan yang datang ke pulau ini untuk menangkap ikan karena pulau ini kaya dengan hasil lautnya seperti ikan, Rajungan, Udang dan lain-lain. Disamping itu, pulau-pulau ini dihuni oleh Penyu, dimana pada musim tertentu Penyu-penyu tersebut naik ke pantai dan menyimpan telur-telurnya di pasir pantai. Pulau ini sangat baik untuk berwisata terutama untuk Wisata Bahari karena alamnya yang indah dengan pantai pasirnya dimana Wisatawan dapat berjemur menikmati Sinar Matahari (Tropis) dan angin yang berhembur sepoi-sepoi atau melakulan penyelematan di air yang jernih. Pulau Jemur terletak ± 45 mil dari Bagansiapiapi dan juga ± 40 mil dari Port Kiang Malaysia.

Beberapa objek wisata yang dapat dikunjungi di Pulau Jemur antara lain :

* Goa Jepang, yaitu lobang yang dibangun sebagai tempat perlindungan,
* Menara Suar, dibangun oleh Belanda tahun 1917 sebagai perlengkapan navigasi di Selat Malaka,
* Tapak Kaki Manusia, berupa fosil tapak kaki manusia di atas batu karang.
* Perigi Tulang, yaitu kuburan massal Romusa yang tewas akibat kekejaman tentara Jepang dalam membangun benteng pertahanan di Pulau Jemur, sisa-sisa

Kubu Pertahanan Jepang, tempat dudukan Meriam-meriam Jepang yang menghadap ke arah Selat Malaka.

* Panglima Layar, Legenda seorang Panglima yang menguasai Pulau Jemur.
* Taman Laut, Kawasan Terumbu Karang di sekitar gugusan Pulau Jemur.
* Pantai Berpasir Kuning Emas, pantai berpasir halus yang di selang selingi oleh batu karang di Pulau Tokong Emas.

Dilihat dari potensi, letak dan posisi Pulau Jemur sangat cocok di kembangkan menjadi kawasan rosort, dimana berbagai kegiatan wisata sangat banyak untuk dapat dikembangkan di Pulau Jemur ini, di antaranya berselancar4, menyelam, dayung dan sebagainya.

2. Bono Sungai Rokan

Bono merupakan gelombang yang sangat besar, dengan menyatunya gelombang laut, kemudian gelombang tersebut menghempaskan ke muara Sungai Rokan serta melintas menyisir bibir Sungai Rokan.

Bila kita lihat, Bono mempunyai potensi yang amat besar dengan menjadikan bono sebagai wisata Adventure, maka permainan dengan Bono merupakan spesialisasi wisata bagi sebagian orang yang suka tantangan pasti memilih berwisata dengan Bono, karen Bono merupakan jenis wisata minat khusus.

3. Desa Rantau Bais

Kampung yang termasuk dalam wilayah Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir ini memiliki rumah-rumah tua yang berasitekturkan Melayu tradisional, terdapat sekitar 400 kepala keluarga (KK). Kampung Rantau Bais memiliki pepohonan yang rindang, daerahnya yang hijau tanpa disentuh berbagai macam bentuk polusi udara ditambah dengan anggukan pohon kelapa, membuat kita nyaman tinggal di Kampung Rantau Bais.

Kampung yang berhadapan dengan Pulau Tilan ini, dibatasi Sungai Rokan. Kampung Rantau Bais mempunyai adat istiadat yang masih alami tanpa disentuh budaya asing yang membuat kita sejenak melamun seakan-akan kita berada pada zaman dahulu kala.

Air Sungai Rokan yang tenang yang melintasi desa ini membuat berbagai bentuk kegiatan masyarakat kampung Rantau Bais di pinggiran Sungai Rokan seperti tidak ada putus-putusnya. Ada yang mandi, menjala dan menjaring ikan, berenang, mencuci dan lain-lainnya.

Yang menjadi nilai tambah bagi Kampung Rantau Bais, ketika sore datang, kita dapat menikmati pemandangan alam di tepi sungai Rokan dengan berbagai macam ternak di seberang, maka pikiran pun jadi sejuk. Bila dilihat dan potensi yang ada, Kampung Rantau Bais sangat cocok dijadikan menjadi kampung wisata. Dan, dengan dijadikannya Kampung Rantau Bais menjadi kampung wisata, maka bila orang mau melihat adat istiadat dan budaya masyarakat Kabupaten Rokan Hilar, cukuplah datang di Kampung Rantau Bais.

4. Pulau Tilan

Dengan menempuh jarak + 20 kilometer dari Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih atau bila perjalanan melalui Dumai, dengan menempuh jarak sekitar 40 kilometer, kita akan sampai di Desa Rantau Bais. Pulau Tilan terletak di seberang Desa Rantau Bais yang dibelah oleh sungai Rokan.Bila ingin ke Pulau Tilan, kita harus memakai sampan sekitar memakan waktu 10 menit, maka akan sampal di bibir pantal Pulau Tilan. Bibir pantainya yang putih, panorama alamnya yang indah merupakan potensi pariwisata yang sangat besar. yang menjadi catatan, antara Desa Rantau Bais dengan Pulau Tilan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan dalam pengembangan dan pembangunan pariwisata.
Pulau Titan mempunyai pantai yang sangat indah di sepanjang aliran Sungai Rokan dan sangat berpotensi untuk pengembangan wisata air, argo wisata, wisata alam, seperti: taman pancingan, bumi perkemahan (camping ground), perkebunan, pengembalaan ternak, dan lain sebagainya.

5. Danau Napangga

Danau Napangga yang mempunyai luas sekitar 500 hektar ini, memiliki pesona alam yang indah, air, dananya yang tenang, membuka kita ingin mandi di danau ini. Lokasi danau Namangan ini terletak terletak 70 km dari Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih di Hulu Sungai Batang Kumuh Dewa Tanjung Medan yang berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Propinsi Sumatera Utara.

Danau Napangga ini memiliki keunikan tersendiri, karena menurut legenda danau ini merupakan tempat persinggahan raja zaman dahulu dan di danau ini terdapat ikan arwana, yang dikenal keelokannya.

Jalan menuju lokasi Danau Napangga hampir semua sudah diaspal, sehingga memudahkan untuk datang ke danau yang bentuknya berkelok-kelok ini. Bila dilihat dari potensi yang ada, danau ini Sangay cocok dikembangkan menjadi kawasan wisata air, dengan dibangunnya café di vivir danau, bermacam-macam wisata air akan dapat dikembangkan di sini.

6. Bakar Tongkang
Pada tanggal 16 bulan 5 penanggalan imlek, di Bagansiapiapi setiap tahunnya dilaksanakan upacará tradicional masyarakat keturunan Tionghoa yang disebut Go Gwe Cap Lak, atau yang lazim di kenal di kalangan masyarakat Melayu dengan upacara Bakar Tongkang. Upacara Bakar Tongkang ini adalah upacara pemujaan terhadap dewa laut atau dewa Kie Ong yang menguasai lautan, Mengingat banyaknya penduduk bagansiapi-api mencari nafkah dari hasil laut.

Setiap tanggal 16 butan 5 penanggalan imlek adalah merupakan han ulang tahun dewa Kie Ong Ya, sehingga upacara itu disebut dengan Go Gwe Cap Lak. Orang-orang yang datang ke Kota Bagansiapiapi pada acara berlangsung tidak hanya berasal dan desa-desa atau neiayan di sekitar Bagansiapiapi, melainkan juga datang dan kota-kota besar di Indonesia seperti Medan, Pekanbaru, Jakarta, Surabaya, dan Jainnya. Bahkan banyak pula yang datang dan manca negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Taiwan.

0 komentar: